
Kunjungan barisan mahasiswa baru (maba) FISIP UNAIR dalam UFO 2025 ke display Badan Semi Otonom (BSO) berjalan tidak terlepas dari hambatan. Sejumlah pihak dari BSO dan mahasiswa baru mengeluhkan waktu kunjungan yang tak konsisten ke tiap display, ruang gerak yang sempit, hingga kerusakan tanaman di sekitar lokasi akibat mobilisasi yang dinilai kurang terorganisir dengan baik.
Retorika.id - Pada rangkaian acara yang diselengarakan dalam ospek United Fisip Orientation (UFO), terdapat agenda berupa pengenalan berbagai Badan Semi Otonom (BSO) FISIP. Acara display BSO ini mewadahi organisasi-organisasi yang berada di FISIP untuk memaparkan fokus dan visi misi mereka kepada para mahasiswa baru. Pada kesempatan ini, diharapkan mahasiswa baru akan ikut berpartisipasi pada BSO di FISIP.
Acara display BSO diselenggarakan pada Kamis (07/08/2025), dengan tempat yang berada di dua titik, yaitu titik pertama yang berada tepat di sebelah amphitheater dan titik kedua yang berada di sebelah taman FISIP. Alur display BSO yang diadakan saat ini, mengalami perbedaan dengan alur display BSO yang diselenggarakan sebelumnya, dan hal ini mengalami banyak tantangan baik dari pihak BSO sendiri maupun pihak panitia UFO.
Keluhan Pihak BSO
Sejumlah BSO mengeluhkan alur mobilisasi mahasiswa baru yang dinilai membingungkan. Bella, salah satu anggota BSO Puska FISIP UNAIR, menyebut bahwa sistem satu jalur membuat kelompok maba menumpuk dan macet di satu titik karena tidak ada pemisahan jalur keluar dan masuk. “Karena sebenernya kalo misalkan untuk mobilisasi maba yang sebanyak ini, justru alurnya harus dibagi dua, biar gak bertumpuk. Tapi di sini yang aku liat tuh, jadi satu jalur. Jadi, pada saat mobilisasi mungkin, mobilisasi kelompok yang sudah selesai untuk ke BSO atau ke stand gitu pas udah mau lanjut nanti ketumpuk sama maba yang mau ke stand yang belum” ujarnya.
Perwakilan dari BSO Kerohanian, Fachri turut mengeluhkan hal yang sama. “Untuk mobilisasi itu sebenernya agak sedikit kurang
puas sih. Dan juga kan dari korlap kan udah nyaranin buat pasangin dua-dua itu kek malah lebih-lebih gitu ada yang dua, terus ada yang tiga, terus ada yang menyebar gitu sih” ujarnya
Masalah lain juga muncul di area dekat display BSO Puska, di mana mobilisasi maba menyebabkan rumput-rumput rusak akibat terinjak-injak “mohon maaf ya, rumput-rumput di sana jadi rusak semua karena mobilisasi segitu banyaknya” jelas Sasa, anggota BSO Puska. Beberapa kelompok maba juga dilaporkan berkunjung dua kali ke stand yang sama karena arah mobilisasi yang kurang terkontrol.
Dari sisi waktu, BSO mengaku kesulitan menyampaikan informasi dengan efektif. Durasi yang tidak konsisten membuat penyampaian materi terganggu. “Ada waktu yang pas kita jelasin tuh panjang ya kayak udah selesai, kok mabanya masih stay. Terus ada yang kita baru jelasin sedikit udah disuruh geser” jelas Bela. Hal serupa diutarakan oleh perwakilan BSO Kerohanian, yang menyebut waktu penyampaian hanya satu menit membuat mereka harus menjelaskan secara terburu-buru dan tidak semua program kerja bisa disampaikan secara utuh.
Sementara itu, perwakilan dari KPKG BEM FISIP dan Puska mengakui bahwa meskipun mobilisasi secara keseluruhan cukup berjalan baik, namun eksekusinya tetap kurang maksimal. Beberapa maba bahkan hanya sempat berada di display selama lima detik sebelum diarahkan pindah
Terkait lokasi, para BSO berbeda pendapat antara penggunaan stand dan galeri FISIP. Beberapa menyebut stand saat ini lebih efektif karena lebih fleksibel untuk dekorasi, namun ada yang menilai galeri lebih nyaman dari sisi ruang dan alur mobilisasi.
Keluhan Maba terhadap Mobilisasi Display BSO
Keluhan terhadap display BSO tidak hanya dirasakan oleh para penjaga stand BSO, namun juga dirasakan oleh sebagian besar maba terhadap alur mobilisasi display BSO. Salah satu maba dengan inisial V menyatakan, bahwa alur mobilisasi membuat pusing, hal ini terjadi karena alur yang padat dan berputar-putar “crowded banget kak dan padet banget. Ngga langsung jadi satu, terus gitu banyak muter-muternya.”
Selain itu permasalahan terkait waktu yang tidak konsisten juga disadari oleh para maba, bahwa waktu yang ditentukan tidak konsisten antara booth BSO yang satu dengan yang lain seperti yang dinyatakan oleh C salah satu maba yang mengikuti rangkaian acara display BSO “Waktunya ga konsisten antara stand.” Waktu yang tidak konsisten ini dapat merugikan pihak BSO karena pemaparan yang tidak dapat disampaikan secara baik.
Arahan mobilisasi dari panitia juga dapat membingungkan para maba, karena instruksi yang kurang pahami menyebabkan kesalahpahaman antara maba dan panitia, seperti yang dikatakan oleh C “kita ngiranya geser kesini tapi ternyata geser kesana padahal udah di stand jadi kita ngelangkahin stand lain gitu,” kesalahpahaman ini juga dapat menghambat mobilisasi yang terjadi didepan booth BSO.
Keluhan Trainer UFO
Permasalahan terkait durasi di setiap stand dan mobilisasi juga sangat dirasakan oleh para trainer maba yang akhirnya harus menyesuaikan dengan perubahan waktu. Trainer berinisial J mengatakan bahwa durasi per booth BSO sebenarnya adalah sekitar 2 menit. namun terjadi perubahan dari koordinasi koorlap karena kondisi lapangan. “Aku mobilisasi agak akhir, soalnya kelompokku fisip tour dulu kan. Harusnya segitu tapi gatau kok pas MTku ini dapetnya semenit doang.”
Pemotongan durasi mobilisasi ini dirasakan oleh semua pihak yang menjalankan acara ini. J juga mengatakan “, karena 1 menit durasi, di booth belum selesai jelasin udah suruh pindah sebelah. Jadinya kasian juga sama yang ngejelasin harus berubah cara ngomong.”
Namun, J mengatakan kalau dibandingkan dengan tahun lalu perubahan bentuk display dari galmob ke tenant sebenarnya menguntungkan dan muncul karena konsiderasi jumlah maba yang terus bertambah. “Sebenarnya kalo di galmob juga pasti lebih membludak, tapi alurnya bikin bingung maba sama trainernya juga,” pungkas J.
Mobilisasi mahasiswa baru dalam rangkaian display BSO tahun ini menyisakan sejumlah catatan, terutama terkait efektivitas alur dan distribusi waktu. Keluhan dari beberapa pihak menandakan bahwa masih terdapat celah dalam koordinasi teknis di lapangan. Meski kegiatan tetap berjalan, pelaksanaan yang kurang maksimal dapat berdampak pada kualitas pengenalan organisasi kampus kepada mahasiswa baru, di mana momen ini seharusnya menjadi ajang representasi sekaligus regenerasi. Evaluasi menyeluruh dari panitian diperlukan agar kedepannya, pengenalan BSO tak terganggu oleh persoalan teknis yang seharusnya diantisipasi sejak awal.
TAG: #dinamika-kampus #fisip-unair #universitas-airlangga #
LPM Retorika FISIP Unair
@lpmretorikafisip
@ngs5967e
@retorikafisipua