» Website: https://www.retorika.id » Email: redaksi@retorika.id, lpmretorikafisipua@gmail.com » Alamat: Gedung FISIP Unair, Jl. Dharmawangsa Dalam 4-6 Surabaya 60286 » Telepon: .

Liputan Khusus
Bisnis Musiman yang Menjanjikan: Meraup Pundi-Pundi Rupiah Lewat Penjualan Ospek Kit PKKMB
01 Agustus 2025 | Liputan Khusus | Dibaca 394 kali
Bisnis Musiman yang Menjanjikan: Meraup Pundi-Pundi Rupiah Lewat Penjualan Ospek Kit PKKMB: Bisnis Musiman yang Menjanjikan: Meraup Pundi-Pundi Rupiah Lewat Penjualan Ospek Kit PKKMB Foto: Narasumber
Seperti tahun-tahun sebelumnya, PKKMB Universitas Airlangga menjadi ladang rezeki bagi mahasiswa lama, baik untuk keuntungan pribadi maupun organisasi, melalui penjualan ospek kit. Kepraktisan, kepercayaan, dan promosi lewat media sosial menjadi keunggulan yang menarik bagi mahasiswa baru.

Retorika.id - Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) tidak hanya mengenalkan mahasiswa baru akan lingkungan kampus. Dibaliknya, ada peluang yang dimanfaatkan mahasiswa lama untuk mencari pundi-pundi rupiah dengan berjualan ospek kit. Ospek kit biasanya berisi berbagai kebutuhan peserta selama masa orientasi, mulai dari pakaian, atribut, hingga notebook yang akan digunakan selama masa orientasi. Selain mempermudah mahasiswa baru dalam menyiapkan keperluan ospek, penjualan ospek kit juga menjadi salah satu strategi pengumpulan dana yang kerap dilakukan panitia ospek demi mendukung kelancaran kegiatan orientasi mahasiswa baru. 

Melihat adanya kebutuhan mahasiswa baru terhadap perlengkapan ospek ini, Divisi Sponsor dan Danus (Spondan) United Fisip Orientation (UFO) 2025 memanfaatkan momentum tersebut dengan menjual berbagai kebutuhan ospek seperti kemeja, celana formal, rok, dan kaos putih. Inisiatif ini disambut antusias oleh mahasiswa baru. Pada Pre-Order (PO) yang pertama, penjualan bahkan melampaui ekspektasi. Spondan UFO menargetkan pada PO pertama ospek kit akan terjual sekitar 35-40 paket, pada kenyataannya ospek kit terjual lebih dari 50 paket. Keberhasilan penjualan ospek kit ini juga tidak lepas dari strategi promosi yang dijalankan secara efektif. Promosi dilakukan melalui akun instagram UFO dan spondan, upaya promosi ini juga diperkuat oleh


keterlibatan divisi humas yang secara aktif melakukan follow-up langsung kepada mahasiswa baru. Strategi ini dapat dinilai berhasil mendorong minat beli mahasiswa baru, bahkan menjangkau mahasiswa dari luar FISIP, meskipun dalam jumlah yang lebih kecil.

Salah satu tantangan utama dalam penjualan ospek kit muncul pada saat proses distribusi yang bersamaan dengan pembagian slayer dan badge UFO. Divisi Spondan harus memastikan kesesuaian antara data yang masuk dan barang yang dibeli karena terdapat beberapa paket yang berbeda-beda isinya. Terlepas dari itu, hasil penjualan ospek kit terbukti signifikan.

Alhamdulillah melebihi target sih, balik modal juga. (red: hasil penjualannya) nambahin banget (red: untuk dana ospek fakultas). Kita ditargetin sekian juta tapi kita berhasil dapat dua kali dari target,” ungkap Maharani, selaku Koor Divisi Spondan UFO 2025.

F, salah satu panitia ospek jurusan juga turut meraup pundi-pundi keuntungan melalui berjualan ospek kit ini. Hampir sama dengan ospek kit yang dijual oleh Spondan UFO, ospek kit yang F tawarkan juga menjual berbagai kebutuhan maba seperti kemeja, rok, celana, sabuk, pin, hasduk, dan ring. F beserta tim memanfaatkan Instagram dan broadcast Whatsapp untuk mempromosikan dagangannya. Melalui sistem Pre-Order, pembeli mengisi G-form untuk pendataan pesanan mereka. Dari sana, F akan melakukan pembelian menyesuaikan pesanan dan menghubungi para maba yang membeli ospek kitnya untuk memberikan opsi pengambilan. F menyediakan opsi COD dan antar dengan memanfaatkan layanan pengiriman online.

Namun, hasil penjualan ospek kit oleh F belum mampu menjadi sumber dana utama dalam pelaksanaan ospek jurusannya. “Enggak bisa yang nambah banyak gitu, cuma ya tetap nambah lah,” ujarnya.

Menurut F, maba yang memilih untuk tidak membeli ospek kit memiliki pertimbangan lain seperti telah memiliki semua atau beberapa atribut ospek (kemeja, rok, dll) atau ada yang membantu mencarikan atribut tersebut. 

“Kalau menurutku sih, maba lebih banyak hunting sendiri. Soalnya pastinya mereka itu juga masih ada campur tangannya dari orang tua, terus kan itu masih peralihan kan, kayak belum kuliah yang bener-bener mandiri banget. Jadi mereka itu masih bisa minta tolong ke orang tuanya buat cari-cari satu-satu gitu.”

Bergeser dari sudut pandang mahasiswa baru, Nasywalia, salah seorang mahasiswa baru dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, mengaku membeli keperluan ospek dari promosi di TikTok. Menurutnya, promosi keperluan ospek melalui platform tersebut sangat efektif untuk menjangkau banyak mahasiswa baru.

“Menurutku sih promosi di Tiktok sangat efektif ya karena pasti banyak dari Gen Z yang tertarik dari konten yang FYP di TikTok dan dari situ kita saling share ke temen maba yang lain,” ungkap Nasywalia.

Nasywalia juga lebih memilih pembelian paket atau yang biasa disebut bundling karena dinilai lebih praktis dan murah. Ia juga merasa lebih percaya karena penjual ospek kit tersebut merupakan mahasiswa Unair. Sementara itu, ketika diwawancarai mengenai harga keperluan mahasiswa baru, Nasywalia menilai apa yang ia dapatkan sepadan dengan uang yang dikeluarkan. Hal tersebut membuatnya menjadikan penjualan ospek kit sebagai rujukan utama dalam mencari atribut ospek, alih-alih membelinya di pasar atau toko lainnya. 

Masa PKKMB Universitas Airlangga kerap menjadi wadah yang dimanfaatkan oleh pegiat program kerja maupun wirausahawan, dan memberikan keuntungan timbal balik dengan mahasiswa baru yang membutuhkan barang-barang yang dijual oleh mahasiswa aktif pencari pundi-pundi rupiah. Selain menguntungkan pegiat program kerja dan wirausahawan, momen ini juga memudahkan mahasiswa baru untuk membeli keperluan ospek mereka secara lebih praktis dan efektif.

 

Penulis : Afi Khoirunnisa, Hayuna Nisa, Alia Mutiara Salsabila, Khumairok Nurisofwatin

Editor : Vanyadhita Iglian


TAG#ekonomi  #event  #  #