» Website: https://www.retorika.id » Email: redaksi@retorika.id, lpmretorikafisipua@gmail.com » Alamat: Gedung FISIP Unair, Jl. Dharmawangsa Dalam 4-6 Surabaya 60286 » Telepon: .

Liputan Khusus
Agenda Ruang Pergerakan Dibatalkan, Ketua UFO: “Hanya Sebatas Miskomunikasi Saja”
06 Agustus 2025 | Liputan Khusus | Dibaca 434 kali
Agenda Ruang Pergerakan Dibatalkan, Ketua UFO: “Hanya Sebatas Miskomunikasi saja” Foto: Instagram @ufofisipunair
Kegiatan Ruang Pergerakan (sebelumnya dikenal dengan Ruang Merdeka) dalam rangkaian UFO FISIP 2025 dibatalkan secara mendadak pada Minggu (3/8/2025). Agenda ini dirancang sebagai ruang perkenalan kelompok sebelum hari pelaksanaan utama. Instruksi dari pihak universitas keluar dalam waktu yang dianggap mendadak membuat panitia terpaksa menarik kembali rencana kegiatan.

Retorika.id - Rangkaian ospek United Fisip Orientation (UFO) tidak lepas dari salah satu agenda bernama Ruang Pergerakan (sebelumnya Ruang Merdeka). Berdasarkan konsep acara, Ruang Pergerakan dilaksanakan dengan melakukan bonding antara kelompok berisi mahasiswa baru dengan trainer yang mendampingi kelompok tersebut. Sayangnya, pada tahun ini, Ruang Pergerakan yang semula dijadwalkan pada Minggu (3/8/2025) justru dibatalkan secara mendadak. Alasan pembatalan ini diduga karena adanya laporan yang diterima oleh pihak penyelenggara PKKMB dari mahasiswa baru (maba) yang kewalahan.

“Beberapa anak itu bingung bagi waktu, ada Amerta, ada pra-UFO juga,” tutur K, salah seorang maba FISIP. “Terus kemarin ada yang di-forward beberapa kali, anak yang nggak tau dari mana dia itu dapat pemateri Pak Faisal yang intinya bilang gini: kalau ada kakak kelas kalian yang nyuruh kegiatan di hari libur atau hari Minggu, nggak usah diikutin, kalau ada lapor ke saya.”

Hal tersebut dikonfirmasi oleh A, salah satu panitia UFO.

“Dibatalkannya (Ruang Pergerakan) karena ada laporan dari maba. Pihak dekanat terkesan mengancam. Jadi, dibatalkannya itu tidak boleh ada kegiatan di tanggal 3,” ujar A kepada Tim


Retorika.

Lebih lanjut, A bercerita bahwa sejatinya, pihak panitia UFO sudah berulang kali berusaha untuk bertemu Dekan FISIP demi meminta izin melakukan rangkaian acara UFO, termasuk Ruang Pergerakan yang dilaksanakan pada hari Minggu. Bahkan, panitia UFO juga sudah mengundang 15 orang dari pihak kemahasiswaan FISIP beserta jajaran dekanat untuk berdiskusi jauh sebelum hari pelaksanaan. Sayangnya, undangan tersebut hanya dihadiri oleh dua orang saja.

“Berulang kali minta untuk bertemu Pak Dekan. Surat undangan itu ada beberapa orang (yang diundang dari pihak kemahasiswaan) sampai lima belas orang, hanya didatangi oleh dua orang dari mawa (kemahasiswaan FISIP -red) aja, Pak Anwari dan Bu Lulus. Padahal itu adalah waktu kita untuk bertemu Pak Dekan untuk mengutarakan konsep kita,” keluh A lagi.

Menurut A, kegiatan Ruang Pergerakan dirancang semata-mata sebagai ajang pengenalan kelompok dan diskusi ringan terkait tugas yang akan dikerjakan saat UFO berlangsung pada 78 Agustus. Namun, rencana tersebut disalahpahami oleh sebagian mahasiswa baru.

“UFO itu kan cuma dua hari ya, tanggal 7 dan 8. Nah, sedangkan dalam UFO ini akan dibentuk kelompok-kelompok. Jadi kami itu ingin kelompok-kelompok ini bertemu sebelum UFO untuk membahas tugas dengan teman-temannya. Tapi ternyata teman-teman maba ini menanggapinya malah kami dalam konotasi mewajibkan mereka datang, padahal kami tidak pernah menyatakan tanggal 3 itu wajib.”

Sayangnya, konotasi tersebut berujung pada teguran yang dilayangkan oleh pihak Ditmawa Unair kepada pihak fakultas.

“Jadi itu dari Ditmawa, dari timnya Pak Faisal, langsung telepon ke mawa, ke Bu Lulus jam 12.00 siang. Bayangin, ketika PKKMB terus langsung gempar di grup panitia. Kita dapat teguran lah dari Ditmawa yang disampaikan ke mawa.”

Teguran dari universitas dirasa datang tanpa ada upaya klarifikasi dan diskusi terlebih dahulu terhadap panitia. A menyayangkan bahwa pihak fakultas tidak menyampaikan kepada Ditmawa bahwa kegiatan tersebut bersifat opsional.

“Maksud kami tuh, kalau memang kami ditegur oleh universitas, fakultas itu seharusnya bisa bilang kalau pertemuan ini kami sama sekali tidak mewajibkan. Kami juga tidak ada perundungan atau tekanan,” jelasnya.

A juga menyayangkan pihak Universitas yang menurutnya kurang koordinasi dengan panitia ospek di fakultas-fakultas Unair.

“Kenapa dari awal, orang-orang universitas itu tidak membuat kayak kebijakan gitu, technical meeting dengan semua fakultas, ketua-ketua ospek fakultas untuk membatasi tugas. Misal Amerta ini tugasnya udah 10 nih, dari fakultas kalian cuma boleh memberi 78, terus di tanggal segini segini tidak boleh ada pertemuan misalnya. Kalau kayak gitu kan kami bisa punya pegangan,” tutur A lagi. “Fakultas menyuruh kami menjadi panitia untuk menjalankan ospek ini. Tapi, ketika ada sesuatu, kenapa mereka tidak ada di posisi kami gitu loh.”

Ketika dimintai tanggapan mengenai masalah ini, Kafka Salim selaku KOC UFO 2025 hanya memberi pernyataan singkat.

“Hanya sebatas miskomunikasi saja. Kami panitia UFO hanya menjalankan instruksi yang diberikan oleh fakultas ataupun univ,” ujar Kafka. “Karena memang kebijakan ini berlaku untuk seluruh fakultas di Unair, jadi menurut saya terkait diakomodir atau tidaknya, kita harus menyesuaikan dengan kebijakan yang ada.”

Terakhir, Salim juga menegaskan bahwa pihak fakultas dan universitas hanya melakukan prosedur pengetatan regulasi. Hal ini, menurutnya, kemudian disalahartikan sebagai tekanan sebab waktu penyampaiannya yang terlalu mepetsehingga hal tersebut menimbulkan kesalahan persepsi terutama di kalangan mahasiswa sendiri.

Penulis: Aveny Raisa, Naara Nava A.L.

Editor: Claudya Liana M.

 


TAG#dinamika-kampus  #fisip-unair  #universitas-airlangga  #