» Website: https://www.retorika.id » Email: redaksi@retorika.id, lpmretorikafisipua@gmail.com » Alamat: Gedung FISIP Unair, Jl. Dharmawangsa Dalam 4-6 Surabaya 60286 » Telepon: .

Info Kampus
PDB Expo 2025 dan Talkshow Garuda TV, Panitia: “Kita Menyayangkan Acara Ini Harus Digabung”
30 November 2025 | Info Kampus | Dibaca 255 kali
PDB Expo 2025 dan Talkshow Garuda TV, Panitia: “Kita Menyayangkan Acara Ini Harus Digabung”: - Foto: Dokumentasi pribadi
Pembelajaran Dasar Bersama (PDB) merupakan program wajib yang harus diikuti oleh mahasiswa baru, yang biasanya ditutup dengan expo final project untuk memamerkan produk kewirausahaan mereka. Namun, pada pelaksanaan tahun ini, expo digelar bersamaan dengan talkshow dari Garuda TV di lokasi dan hari yang sama. Alih-alih menambah kemeriahan, perpaduan dua agenda tersebut justru memicu kericuhan selama acara berlangsung.

Retorika.id - Tradisi tahunan mahasiswa baru Unair yakni PDB Expo kembali digelar. Tahun ini, PDB Expo dilaksanakan pada Senin (24/11/2025) yang lalu. Expo ini diikuti oleh seluruh mahasiswa baru tahun ajaran 2025/2026 yang termasuk dalam rangkaian project final PDB untuk mata kuliah kolaborasi dan inovasi bisnis. Expo ini berisi kegiatan penjualan produk yang telah dirancang dan diuji coba satu semester penuh oleh para mahasiswa. Berdasarkan kontrak pembelajaran, tujuan dilakukannya PDB Expo adalah sebagai upaya menumbuhkan pola pikir kewirausahaan dan membentuk karakter kolaboratif lintas disiplin ilmu. Namun dibalik tujuan yang positif, pelaksanaan PDB Expo 2025 tidak berjalan semulus bayangan peserta dan panitia. 

Expo PDB 2025 diselenggarakan di dua tempat yang berbeda, Airlangga Convention Center (ACC) dan Jalan Malioboro Kampus C atau Boulevard. ACC digunakan untuk men-display produk yang akan dijual di area Malioboro. Mengacu pada guidebook, pelaksanaan PDB Expo 2025 dibagi menjadi tiga sesi. Sesi pertama dimulai pada jam 08.00–10.00 WIB untuk PDB 1–40, sesi kedua dimulai pada jam 10.00–12.00 WIB untuk PDB 41–80, dan sesi ketiga dimulai pada jam 12.30 WIB untuk PDB 81–121. Selain mempromosikan dan menjajakan produk kewirausahaan, peserta expo diharuskan untuk berburu stempel di setiap stand PDB yang ada di ACC untuk kepentingan presensi kehadiran. Namun mobilisasi sesi kedua dan ketiga mengalami kekacauan karena peserta expo sesi kedua diminta untuk tetap berada di ACC meski sudah giliran mereka untuk keluar bergantian dengan sesi ketiga. Abdul (nama samaran), mahasiswi FIB bercerita bahwa ia sempat mengalami penolakan ketika meminta izin panitia untuk keluar dengan maksud menjaga stand PDB-nya.

“Aku sama temen-temenku itu niatnya mau keluar buat izin jaga stand yang di Malio, ya kan. Tapi di situ tuh panitianya tuh datengin kita. Datengin kami sambil bilang maksimal satu (orang yang keluar). Terus aku bilang ke temenku, ya udah gak apa-apa aku aja yang ke Malio. Terus aku tuh ada barengannya lagi kak. Pas izin itu sama segerombolan cowok. Itu segerombol cowok juga izin buat jaga di Malio tapi kayak bener-bener disuruh maksimal satu (orang yang keluar). Dan sampe panitianya tuh kayak nyegat gitu loh, Kak.” terangnya.

Kepada kami, Aldo Budianta selaku Ketua Panitia Expo PDB 2025 menjelaskan bahwa kejadian tersebut datang dari arahan Unit Pendidikan Kebangsaan dan Karakter (UPKK) yang meminta peserta expo ditahan untuk mengikuti talkshow dari Garuda TV yang berjudul “Indonesia Milik Kamu”. Akbar Ibrahim selaku Sekretaris II Panitia Expo PDB 2025 menambahkan bahwa di awal pembentukan kepanitian, UPKK memberitahu bahwa expo akan dilakukan berbarengan dengan talkshow dari Garuda TV yang mengundang


tamu-tamu dari luar. 

“Nah untuk yang acara Garuda TV itu memang acaranya di siang hari. Nah, expo-nya itu di pagi hari, cuman expo-nya itu nggak selesai di siang harinya. Kita diundang sama UPKK dan bersama dosen-dosen juga membahas untuk di sesi tiga itu mereka ini melakukan expo ini berbarengan dengan acara Garuda TV karena dari pihak universitasnya ini menggabungkan acara Garuda TV yang di siang hari dengan expo.” 

Garuda TV sendiri meminta setidaknya 1.500 sampai 4.000 mahasiswa untuk menghadiri talkshow tersebut. Aldo menerangkan bahwa pihak Garuda TV tidak pernah melarang peserta expo untuk keluar dari ACC. Larangan justru datang dari UPKK yang bahkan meminta Aldo dan panitia expo untuk menghimbau peserta yang sudah keluar untuk masuk lagi kedalam ACC.

“Itu sebenarnya kita dapet dua arahan, Kak. Yang pertama dari Garuda. Itu dari Garuda itu, kita sempat untuk yang mau keluar, biar keluar aja. Dan untuk pihak UPKK itu nggak boleh keluar. Jadi di sesi dua setelah masuk itu, orang-orang mau keluar, pihak UPKK itu langsung kayak ‘Ini kenapa kok dikeluarin?’ terus saya itu langsung saya jawab kalau pihak Garuda nggak papa pak, terus ‘Nggak usah dikeluarin, suruh kembali’ gitu.”

Hal ini dikonfirmasi oleh Leo (nama samaran) selaku panitia bagian logistik talkshow “Indonesia Punya Kamu”. Ia mengaku tidak tahu bahwa peserta expo dipaksa dan ditahan agar tetap berada di ACC untuk mengikuti talkshow. Dia menjelaskan bahwa dari pihaknya tidak ada arahan untuk melarang peserta expo yang ingin keluar dari ACC.

“Aku juga baru tahu setelah diceritain sama adik tingkat juga kalau misalnya mereka itu kacau, karena kan ada dibagi sesi-sesinya. Nah terus bilang kalau misalnya sesi dua ini yang ditahan. Jadi, sesi dua ini tuh gak dibolehin keluar gara-gara disuruh ngeramein acara Garuda TV yang nanti bakal undang menteri. Nah aku juga baru tahu kalau misalnya itu tuh disuruh ngeramein gitu loh, dipaksa buat tetap di tempat. Nah karena dari sisi panitia Garuda TV kayak aku sendiri itu, gak ada briefing-an yang bilangin ke anak-anak PDB Expo yang mengarahkan kayak jangan keluar dulu, bantu ramein gitu, gak ada.”

Ketidaksinkronan informasi ini membuat keadaan di luar kendali. Aldo mengaku sempat kewalahan karena jam sudah menunjukkan waktu pergantian peserta expo dari sesi kedua ke sesi ketiga. Alhasil, Aldo pun mengambil inisiatif untuk mengeluarkan peserta sesi kedua namun lewat tribun lantai dua ACC. 

“Setelah itu saya tetap kayak ngeyel (bersikeras) ke pihak UPKK. ‘Pak ini temen-temen sesi dua itu sudah habis dan teman-teman yang ada kebutuhan-kebutuhan itu mau keluar’ nah itu dari UPKK tetep maksain. Terus dari situ, saya kayak langsung mengambil respon untuk ngeluarin sesi dua karena sesi dua sudah habis dan sesi tiga mau masuk. Jadi saya terpaksa untuk ngeluarin sesi dua secara langsung tapi lewat atas dan langsung masukkan sesi tiga.”

Lebih lanjut, Aldo bercerita bahwa meski kedua acara akbar tersebut dari awal sudah direncanakan akan diselenggarakan di tempat dan hari yang sama, pihak Garuda TV tidak memberikan jadwal pasti kapan dimulainya acara talkshow.

“Untuk Garuda TV itu, dari awal sudah konfirmasi. Tapi konfirmasinya itu masih fleksibel, Kak. Jadi belum secara fix. Untuk acara awalnya itu, Garuda TV cuma mengambil di jam 9.00 sampai jam 13.00 Terus setelah itu diubah dari jam 12.00 sampai jam 15.00 Terus diubah lagi jam 11.00 sampai jam 14.00. Dan yang terakhir itu, yang sampai jam 12.00 sampai jam 17.00 itu, Kak.”

Buntut ketidakjelasan kapan mulainya talkshow ini berimbas pada molornya pembukaan Expo PDB 2025 pula. Fairuz Maulana Firzatullah Rito selaku Wakil Koordinator Acara Panitia Expo PDB 2025 menjelaskan bahwa opening expo seharusnya dilakukan di jam 08.00 WIB namun keterlambatan terjadi karena pihak Garuda TV datang dan menyiapkan seluruh kebutuhan teknis, seperti videotron, sound system, hingga lighting, jauh melebihi waktu dari rundown yang telah dibuat. Alhasil, seluruh rangkaian acara ikut terdampak dan harus menunggu hingga saat opening acara berlangsung hanya mengandalkan sound system yang tersedia. 

“Ternyata di jam delapan kurang sepuluh menit pihak Garuda TV itu baru datang dan baru menyiapkan segala hal yang akan kita butuhkan seperti videotron, sound, AC dan lain sebagainya itu benar-benar di jam delapan kurang sepuluh itu mereka baru menyiapkan dan mereka itu baru datang gitu. Ternyata di jam 8.15 semuanya itu juga masih belum siap, aparat song, videotron, terus habis itu lighting dan lain sebagainya itu masih belum bisa digunakan. Akhirnya kita mundur lagi sampai di jam sekitar 8.25, akhirnya kita sebagai acara itu tetap mengambil keputusan di jam 8.30 mau tidak mau kita harus mulai gitu. Nah akhirnya di jam 8.30 itu kita mulai tapi kita tanpa videotron. Jadi kita cuma pakai lighting dan sound system aja gitu.”

Mobilisasi expo yang kacau juga berdampak pada penugasan presensi peserta. Abdul menjelaskan bahwa awalnya presensi dirancang dengan sistem mengumpulkan tujuh stempel dari setiap display yang ada di dalam ACC. Namun, akibat berbagai perubahan dan penyesuaian di lapangan, mekanisme tersebut kemudian diganti menjadi presensi melalui foto geotag.

“Ada perubahan presensi juga. Awalnya tuh pake stempel dimana kita tuh harus ngumpulin 7 stempel dari per display yang ada di ACC. Nah tapi kayaknya menurut pihak Unairnya itu kayak bener-bener gak efisien dan rame banget, bener-bener rame, kayak antrian luar ACC buat Amerta (PKKMB Universitas). Sepanjang itu. Akhirnya absensinya tuh diganti sama foto geotag tapi harus di dalamnya ACC. Gak boleh di luar ataupun di deketnya. Pokoknya harus di dalamnya.”

Menanggapi hal tersebut, Akbar mengklarifikasi mekanisme presensi peserta yang berubah tersebut. Stempel tetap digunakan sebagai mekanisme presensi untuk sesi pertama. Karena panitia perlu menjaga kondusifitas ACC, mekanisme presensi diubah menjadi foto geotag untuk sesi kedua dan ketiga setelah pihaknya berkonsultasi dengan UPKK tetapi sesi kedua yang sudah terlanjur keluar ACC masih bisa menggunakan foto geotag di sekitar ACC, tidak harus di dalam ACC.  

“Memang yang sesi satu itu tetap menggunakan stempel dan untuk geotag itu diperuntukkan untuk sesi dua dan sesi tiga. Dan untuk geotagnya sendiri itu kita sudah menyebarkan informasi tidak hanya di grup komting dan PJMK, kita sudah publikasi di sosial dan di Instagramnya ACF (akun Instagram expo). Nah kita publikasinya itu untuk menggunakan geotag di dalam ACC untuk teman-teman yang sudah, sesi dua yang sudah keluar, tetap bisa menggunakan geotag di sekitaran ACC.”

Sayangnya masalah tidak berhenti disitu. Beberapa peserta expo mengaku menerima snack basi. Snack tersebut awalnya dibagikan kepada peserta talkshow untuk mengganjal perut selama acara berlangsung. Alih-alih kenyang, para peserta menyatakan snack yang diterima sudah tidak layak konsumsi. Menanggapi hal tersebut, Akbar menjelaskan bahwa snack yang dibagikan datang dari pihak Garuda TV. Ketika rapat bersama dosen dan UPKK untuk pembahasan expo, panitia diberitahu bahwa peserta sesi tiga akan mendapatkan snack dari Garuda TV. Aldo sendiri tidak mengetahui ketahanan dari snack yang disiapkan, ketika panitia expo diminta untuk membantu pembagian snack, Aldo menyadari beberapa snack sudah basi. Aldo mencoba mengatasi masalah tersebut dengan menghimbau panitia expo untuk melakukan pengecekan snack sebelum dibagikan.

“Untuk snack itu kita dapat dari pihak Garuda. Nah untuk pihak Garuda itu, ngasihnya itu, gak tau dari pagi atau dari siang karena di posisi siang pas kita mau ngasih ke peserta, itu kondisi memang beberapa makanan sudah basi. Dan kami juga menghimbau kepada panitia yang, sebelum dibagi itu, diharap untuk roti-roti basi itu bisa jangan dimakan. Jadi sebelum memberi aku menghimbau dulu.”

Panitia Expo PDB 2025 mengaku dalam proses persiapan expo banyak dibantu oleh dosen dan UPKK, dan mereka berterima kasih atas hal itu. Namun, panitia mempertanyakan penggabungan expo dengan talkshow dari Garuda TV dalam waktu dan tempat yang sama. Fairuz mempertanyakan apakah ada alasan urgent dibalik keputusan untuk menggabungkan dua acara besar tersebut.

 

Penulis : Afi Khoirunnisa, Dwi Arbelia, Febriana Rahma Sari

Editor : Vlea Viorell Indie Princessiella


TAG#akademik  #dinamika-kampus  #universitas-airlangga  #